………………………………..

Aku kangen kamu…

Sangat merindukanmu…

Aku kangen seperti dulu lagi…

Kangen saat kita tertawa bersama…

Kangen saat kita berjalan bersama…

Kangen saat aku merasa aman di sebelahmu…

Kangen saat kau bisa menghiburku sampai aku bisa tersenyum…

Kangen saat kau berikan mawar putih untukku…

Kangen saat kau mau mendengarkan aku bercerita…

Tapi semuanya terasa semu sekarang…

Ingin skali kutumpahkan semuanya…

Tapi aku tak bisa berkata-kata…

Ingin skali kupukul dirimu…

Tapi aku tak ada daya untuk itu…

Sesak sekali dadaku ini…

Kaget sekali merasakan sakitnya…

Dan kamu akhirnya berhasil…

Membuatku menurunkan hujan selalu…

Dan aku percaya akan ada pelangi setelah ini semua…

Leave a comment »

Everytime….

Everytime I close my eyes
I imagine that I’m alone at a wide desert
What can I do to fade my thirsty
Whereas there is no oase near me

Everytime I close my eyes
I imagine that I have short time in my life
What can I do to make my life worthy every second
Whereas I can’t do anything again..

Everytime I close my eyes
I imagine that I get my big dream that I’m waiting for
What can I do to make me cry
Whereas I don’t feel sadness at the time

Everytime I close my eyes
I imagine that I feel very desperate
What can I do to make me raise up
Whereas I don’t have any power

Everytime I close my eyes
I imagine that I lose my beloved people
What can I do to get their hand and want to rely on them
Whereas I need their support and erase my tears

Comments (1) »

Lautan

Aku suka lautan

Pandanganku bisa lepas tanpa batas

Birunya menentramkan hati

Angin yang dibawanya seperti lagu indah

Memanjakan telingaku

Dan meniup lembut wajahku

Seperti belaian lembut seorang yang menyayangiku

Melihat ombak bekejar-kejaran yang tak ada habisnya

Dengan daya penuh dan pecah di bibir pantai

Dan kembali lagi ke lautan

Akhirnya akupun bertanya

Kapan ya aku bisa ke lautan???

*puisi yang aneh seaneh orangnya hahahahaha*

Comments (3) »

Kamu = Kamu

Aku bisa menggambarmu begitu indah dalam imajinasiku

Kau tampak begitu berarti di mataku

Tanpa kuberikan seorang pembanding di sebelahmu

Biarkan aku menceritakan ceritamu apa adanya

Seindah yang sebenarnya

Biarkan senandungku hanya lagu tentangmu

Hanya tentangmu

Entah itu lebihmu

Entah itu kurangmu

Comments (1) »

Tepat…

Hadirmu tepat

Meski awalnya terlalu cepat

 

Ketidakhadiranmu pun tepat

Saat aku tak siap menerima

 

Perlindunganmu tepat

Saat banyak yang melukai diriku

Bahkan jika salah satu peluka itu

Adalah diriku sendiri

 

Kamu tepat berikan merahnya

Saat aku melukis sekuntum mawar merah

Dan yang aku punya hanya hijau

 

Dan kamu akan selalu menjadi tepat

Meskipun dunia ini tak ada yang tepat

Karena aku punya salah satu yang tepat

Kaulah yang tepat

Menemani aku yang selalu dikejar ketidaktepatan

Comments (8) »

Sembunyi…

Biarlah aku bersembunyi

Jika itu mampu membentuk bibirku ini menjadi sebuah senyuman

Dan menciptakan secuil kebahagiaan

Merasakan itu semua nyata adanya

Dan biarkan syaraf-syaraf tubuhku

Mengantarkan secuil rasa itu

Hingga otakku bisa memberi tahuku

Bahwa aku masih bisa merasa secuil rasa itu

 

Tanpa dilarang oleh siapapun

Oleh bintang manapun

Aku akan selalu bersembunyi

Persembunyian yang apik

Hanya tersekat oleh batas tipis

Comments (7) »

Pagi…

Titik-titik embun pagi membasahi dedaunan

Semilir angin pagi menyambut datangnya fajar

Warna langit gelap berubah menjadi biru kembali

Dan sinar mentari pun menyapa bumi dengan hangatnya

Kicau-kicauan burung ikut menyemarakkan pagi..

Semua lukisan keindahan alam menampakkan warna-warninya..

 

Alam pun mampu menorehkan semangatnya

Untuk menyambut hari yang baru..

Mengukir sejuta harapan untuk lebih berarti..

Ikut menjadi bagian dari kisah di seluruh penjuru bumi..

Dan mengabadikannya…

Comments (3) »

Sepenggal Kisah Tentang Dia…

Dia…

Yang membuatku berani bermimpi..

Dia..

Yang selalu menjadi pijakan masa depanku..

Dia..

Yang selalu menjadi doa di setiap selesai sholatku..

Dia…

Telah membuatku membuat keputusan untuk pergi ke Jakarta dalam waktu hanya beberapa jam (jam 2 siang tau infonya, jam 4 sore packing+pesen tiket, jam 8 malem berangkat)

Dia…

Telah membuatku mau terjun ke medan Jakarta, meskipun dulu aku takut dengan Jakarta..

Dia..

Telah membuatku rela mengarungi perjalanan panjang hanya untuk menemuinya meskipun sebentar..

Dia..

Yang membuatku mau mengantarkan 110 kb dengan menempuh jarak >700 km selama 10 jam..

Dia..

Yang selalu membuatku berkata “aku akan kembali lagi” saat perjalananku pulang ke rumah..

Dia…

Semakin jauh…

Dia…

Jauh…

Dia…

Sudah…

Mungkin aku akan mengejarnya lain waktu lagi jika besok berkata lain…

Tapi sebelum besok berkata lain, aku akan berusaha lagi agar besok berkata seperti yg aku harapkan…

 

Leave a comment »

Untuk Lelaki Hebatku

Saat aku berlari…

Kamu selalu bisa mengingatkanku untuk berjalan sejenak..

Saat aku terlalu banyak kata-kata yg aku ucapkan..

Kamu selalu punya kata pamungkas yg bisa mewakili ribuan kata-kataku..

Saat aku disulut api kemarahan…

Kamu selalu bisa membawa air sejuk untuk mematikan apinya..

Saat aku berhenti di arena lariku karena hilang arah..

Kamu selalu bisa menjadi GPSku…

Saat kemampuan memoriku menghilang..

Kamu selalu bisa membantuku mengingat kembali..

Saat aku merasa tak mampu..

Kamu selalu bisa menjadi tempat berbagiku..

Saat aku diancam bahaya..

Kamu selalu bisa menjagaku dengan caramu..

Saat aku susah membuka mata untuk menyapa hadirnya mentari..

Kamu selalu bisa membangunkanku…

Comments (2) »

Dia….

24 jam sehari aku selalu bersamanya

Dia yang selalu bisa merasakan apa yg aku rasakan

Entah sedih, bahagia, sakit, tertawa, kecewa….

Sampai ke sebuah akar dari rasa yg aku alami..

Dia mengetahuinya…

Dia memahaminya…

Dia selalu aku ajak mengejar impianku

Dia selalu aku paksa berlari dan dia selalu mau..

Aku jarang menghiraukan tegurannya..

Untuk membuatku berhenti sebentar..

Meski hanya sekedar menarik nafas panjang…

Dia selalu harus mau menuruti apa kataku..

Apa yang aku mau..

Tanpa pedulikan apa maunya…

Tapi ada suatu masa..

Dimana aku ingin berhenti sejenak untuk berlari bersamanya..

Dan mencoba mendengar kata2nya…

Aku memanjakannya, 7 hari..

Aku memanjakannya dengan merogoh kocek tabunganku..

Mahal juga untuk memanjakannya..

Sepertinya dia senang sekali saat itu..

Sampai2 dia nggak menyampaikan teguran untukku..

Kecuali rasa bahagianya ke aku..

Karena aku telah menjaganya..

Tapi..

Akhirnya aku melupakannya lagi..

Aku masih terus mengajaknya berlari…dan berlari..

Hingga aku tersadar dia memberiku teguran..

Yang membuatku berpikir sejenak..

Hanya sejenak..

Karena suatu saat nanti…

Aku akan berhenti berlari dengannya…

Dan..

Aku yang akan ikuti apa maunya…

Dia adalah tubuh kecilku….

Leave a comment »